Friday, December 9, 2011

Building Costumer Relationship Management (CRM)

28 November 2011


Building Costumer Relationship Management (CRM) merupakan sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. Sasaran utama dari CRM adalah untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan (behavior) pelanggan. CRM bertujuan untuk menyediakan umpan balik yang lebih efektif dan integrasi yang lebih baik dengan pengendalian return on investment (ROI) di area ini.
 Cara-cara untuk membangun hubungan baik, antara lain:
1. Pentingnya hubungan yang efektif
Seandainya saya menilai bahwa hubungan dengan orang lain penting, maka saya akan
meluangkan waktu, biaya dan energi untuk bisa memahami kebutuhan orang itu dan mengetahui apa
apa saja yang berhubungan dengannya. Jauh lebih mudah bila kedua belah pihak menilai pentingnya
hubungan yang efektif, meskipun tidak harus kedua belah pihak.
2. Belajar mendengar tanpa prasangka
Ini akan membentuk diri kita menguasai seni berhubungan dengan orang lain. Ketika orang lain menanggapinya dengan dingin dan penuh prasangka, ia akan segera menilai kita sama negatifnya dengan penilaian kita terhadap dia
3. Temui orang secara informal
Kebanyakan orang merasa lebih rileks dalam situasi informal. Ini akan jauh lebih efektif untuk tujuan membangun hubungan yang lebih erat. Suasana informal akan menciptakan suasana nyaman sehingga masing-masing pihak bisa bebas untuk mengemukakan hal-hal penting untuk mereka.
4. Suasana
Ketika memunculkan kebahagiaan atau kesedihan, bukankah Anda lebih merasa lebih terhubung dengan orang lain. Ada kesempatan untuk memunculkan suasana positif dalam berhubungan dengan orang lain. Hal ini juga dengan hubungan efektif musti diciptakan demi munculnya komitmen pencapaian bersama.

Perbedaan Gender

21 November 2011



Sebagian masyarakat Jakarta, ataupun mayoritas dari manusia yang hidup di Jakarta sudah mulai tidak memperdulikan perbedaan gender. Perbedaan gender ini sudah mulai di tinggalkan oleh masyarakat Jakarta

Bukan hanya di Jakarta, yang sangat contras perbedaan gender, di Bali pun sudah meninggalkan perbedaan gender. Kalau di Jakarta perbedaan tersebut seperti supir taxi yang sekarang sudah perempuan, supir transjakarta yang seharusnya kaum pria sekarang sudah di rebut oleh kaum wanita. Kalau di Bali perbedaan tersebut sangat kontras. Masuknya budaya asing yang menjadi faktor yang sangat besar. Salah satu contohnya adalah tukang pijat yang seringkeliling menawarkan jasa pijatnya. Akan tetapi sebagai budaya Indonesia yang seharusnya menjadi tukang pijat adalah kaum pria. Contoh lain dari Perbedaan Gender di Bali adalah para wisatawan asing yang membawa budayanya masing-masing menawarkan kebaikan-kebaikan yang mempunyai maksud tertentu, menjadikan para kaum wanita jatuh hati untuk mengadopsi budaya-budaya tersebut. Seperti berciuman di tengah jalan atau sudah mulai membuka auratnya sebagai kaum wanita.
Itu adalah sebagian contoh kecil perbedaan gender di Indonesia. Akan tetapi zaman Globalisasi yang memotivasi kaum wanita untuk mengejar karier atau menambah penghasilan pribadi serta keluarga dengan maksud tertentu. Halayaknya seorang pria, kaum wanita juga mencari pekerjaan yang seharusnya menjadi pekerjaan kaum lelaki.

Perbedaan pendapat di Kemukakan oleh warga Indonesia atas problema perbedaan gender tersebut. Ada yang menerima dengan alasan membantu ekonomi keluarga ataupun menolaknya karena kaum wanita yang seharusnya di rumah mencari pekerjaan yang seharusnya di tempatkan untuk kaum lelaki. Sebab-sebab tersebut memicu konflik yang sering terjadi di kehidupan rumah tangga. Seperti KDRT yang merebak di kalangan masyarakat awam ataupun di masyarakat. Jadi menurut saya perbedaan gender tersebut tidak perlu di besar-besarkan. Kalaupun harus di tanggapi kita harus menaggapinya dari sisi positifnya jangan selalu melihat dari sisi negatifnya saja. Itulah yang menyebabkan Perbedaan gender menjadi masalah sosial warga Indonesia.

Digital Photography

14 November 2011


Fotografi itu sendiri adalah proses atau metode yang digunakan untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek karena adanya pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut. Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkapan cahaya.

Adapun proses tahapan-tahapan fotografi diantaranya:

1.Sesi Pemotretan
- ISO : Kepekaan kamera terhadap sinar
- Shutter Speed : lamanya sinar masuk ke dalam kamera
- Aperture : besarnya sinar yang masuk ke dalam kamera
- Focus : Jarak kamera dengan objek yang mempengaruhi ketajaman foto

2. Editing
Editing adalah suatu proses agar foto itu dibuat menjadi lebih baik dan lebih sempurna dalam menyampaikan makna kepada yang melihat foto.

3. Pencetakan
Setelah melakukan editing, selanjutnya adalah melakukan pencetakan.

Pembangunan Nasional Indonesia Dalam Perspektif Komunikasi Global

7 November 2011

Seminar Umum

Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab dan dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir.



Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain. Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi.